Hari ke- 16: Kereta Api dari Butterworth (Penang) ke Bangkok


Akhirnya, setelah 4 hari 3 malam menjelajah pulau yang indah bernama Pulau Penang. Gw memutuskan untuk pergi ke Thailand pada tanggal 14 Januari. Sebenarnya ini ngaret dari yang gw rencanakan sebelumnya, tadinya gw cuma mau ngabisin waktu 2 malam di penang. Cuma ternyata gw masi betah dan ingin menjelajah lagi. Berkat bantuan host gw yang sangat baik, Mic, gw mendapatkan informasi yang cukup detil darinya.

Seperti yang pernah gw baca sebelumnya, untuk menuju Thailand (entah itu Bangkok, Hatyai, Surat Thani, Huahin atau sebagainya) terdapat dua opsi. Pertama menggunakan bus, harganya cukup murah. Dengar-dengar sekitar 50 Malaysian Ringgit, akan tetapi transitnya sedikit membingungkan. Selain itu juga tidak ada toilet.
Sedangkan kereta api harganya cenderung mahal, namun memiliki sleeping berth (tempat tidur) dan air conditioner. Selain itu sudah pasti bisa berjalan-jalan di dalamnya dan tersedia toilet. Host gw pun menyarankan gw menggunakan kereta. Tapi gw tetap mencoba mencari referensi dengan perantara om Googlel.
Setelah mondar mandir sana sini internet. Ternyata banyak sekali orang-orang yang merekomendasikan kereta. Akhirnya gw memutuskan menggunakan kereta api.

Stasiun kereta terletak di Butterworth, bukan di pulau Penangnya. Namun jangan khawatir, hanya memakan waktu 1 jam untuk menuju pelabuhan,dan jetty atau ferry lewat setiap setengah jam. Yang lebih menggembirakan ferry ini gratis!
Lumayanlah buat backpacker kere seperti gw ini.haha..

Setelah tiba di Butterworth, perjalanan dari pelabuhan ke stasiun kereta api sangatlah dekat. Sepertinya memang dirancang sedemikian mudahnya, karena baik terminal bus, pelabuhan dan stasiun letaknya bersebelahan.jika dari arah Penang akan terlihat jelas palang (sign) disebuah pertigaan kalo terminal bus belok kiri sedangkan stasiun sbelah kanan.

Setelah masuk ke stasiun kereta akan terlihat jelas harga setiap rutenya. Tujuan dari Butterworth - Bangkok berangkat jam 2.30 dengan harga 104 untuk lower bed dan 112 untuk upper bed.




Setelah memasuki ke keretapun ternyata gw tidak menyesal, karena keretanya cukup nyaman. Karena satu kursi panjang disediakan untuk satu orang, biasanyakan kalo di Indonesia buat 2 orang. Keadaan ACnya pun baik, dan tidak ada orang yang jualan sembarangan. Dan memang kenyataannya tidak ada yang jual makanan. Jadi sebaiknya membawa makanan dari sebelum berangkat.

Ketika jam 5 atau jam 6 nanti penumpang akan turun untuk mendapatkan cap imigrasi. Prosesnya kurang lebih setengah jam. Setelah mendapatkan cap. Coba anda perhatikan kereta api tersebut. Mereka akan menyambung keretanya menjadi beberapa gerbong lebih banyak. Setelah itu akan ada orang yang menjual makanan. Orang-orang ini datang dari perusahaan kereta Thailand, bukan Malaysia. Makanan tersebut harganya 190bath atau 20 ringgit. Sama banget dari info yang gw dapat di internet sebelumnya. Cuma tetap saja gw tidak memesan apa-apa, dengan dalih gw bisa makan 6 kali dengan uang segitu nanti di kota. Dasar traveller kere! Hahaha.. 

Setelah menjelang malam, nanti petugas akan menyulap kursi penumpang menjadi tempat tidur. Cara "making bed"nya pun unik. Akan terlihatlah perbedaan antara bed atas dan bawah, bed atas memiliki ukuran lebih kecil sedangkan bed bawah memiliki ukuran lebih lebar dan punya lampu tidur. Selainakan  itu, bed atas sangat menyulitkan penumpang (khususnya orang tua) untuk menggapainya, inilah salah satu penyebabnya mengapa bed bawah memiliki harga lebih mahal.



Esok paginya petugas tersebut akan menyulap kembali bed anda menjadi kursi penumpang apabila anda sudah bangun tidur. Jangan khawatir, mereka tidak akan mengganggu penumpang untuk membangunkan. Petugas tersebut akan menunggunya. Setelah itu perjalanan akan melewati Hua Hin, Surat Thani hingga akhirnya tiba di Bangkok pada pukul 12 siang di stasiun kereta api yang bernama Hua Lamphong Stasiun!



5 comments:

Post a Comment

 

Translate it!

Readers

Who am I?

Total Pageviews

TRAVELLER IQ

The Traveler IQ Challenge ranks your geographic knowledge. What's your TIQ?